Tampilkan postingan dengan label istilah blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istilah blogging. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Pengertian Bounce Rate dan Penyebabnya

Saya ingin bertanya, apakah selama ini blog Anda masih sepi pembaca meski sudah memiliki banyak konten blog dan mengoptimalisasinya dengan trik SEO yang cukup? Jika iya, mungkin blog Anda memiliki bounce rate yang sangat tinggi.

Bounce Rate

Apa itu bounce rate? Apa pengaruh bounce rate pada blog? Dan apa juga faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya bounce rate? Bagi sebagian besar blogger, pertanyaan di atas memang sering terlintas di benak mereka. Mereka tidak tahu keberadaan bounce rate sebuah blog karena murni memang tidak tahu hingga sengaja tidak mau tahu. Padahal, fakta menyebutkan jika bounce rate dapat dijadikan sebagai indikator penting untuk menilai daya serap pengunjung pada sebuah blog.

Apa itu bounce rate?

Bounce rate adalah rasio jumlah pengunjung yang hanya membuka satu halaman saja pada blog yang Anda miliki. Bounce rate dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

Bounce rate= (Jumlah pengunjung yang hanya membuka satu halaman blog/Jumlah kunjungan total) x 100%.

Misalnya dalam satu bulan blog Anda memiliki jumlah kunjungan total sebanyak 50.000, sedangkan kunjungan pembaca yang hanya membuka satu halaman saja sebanyak 2.000. Dengan demikian, bounce rate dari blog Anda sebesar (2.000/50.000)x100%= 4%.

Semakin besar bounce rate yang dimiliki sebuah blog maka kinerja blog tersebut akan semakin buruk, sedangkan semakin kecil bounce rate pada sebuah blog maka kinerja blog tersebut akan semakin baik.

Agar kinerja blog semakin baik, Anda dapat mematok 20% sebagai nilai bounce rate maksimal pada blog. Anda juga dapat melihat bounce rate pada blog menggunakan fasilitas Google Analytics.

Penyebab bounce rate

Tinggi rendahnya bounce rate pada sebuah blog dipegaruhi oleh beberapa faktor, antara lain seperti berikut ini.

1. Kecepatan loading blog.
Blog dengan kecepatan loading yang baik dapat mencegah pembaca untuk membatalkan kunjungannya ke blog tersebut. Sehingga, semakin cepat loading sebuah blog maka bounce rate yang dimilikinya pun akan semakin kecil. Anda dapat membaca artikel Cara Mengetahui Berat dan Lamanya Loading Blog sebagai referensi untuk mengevaluasi kecepatan blog yang dimiliki.

2. Tata letak desain.
Untuk mendapatkan bounce rate yang baik maka sebuah blog juga harus memiliki tata letak desain yang baik pula. Blog yang memiliki tata letak rumit dan sulit ditelusuri akan membuat pembacanya malas menjelajah isi blog dan memilih untuk segera meninggalkannya.

3. Kualitas konten.
Konten blog yang kurang menarik juga akan membuat pembaca tidak betah berlama-lama mengunjunginya. Pembaca tentu tidak ingin membuang waktunya dengan percuma karena tidak menemukan informasi yang menarik dan bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu, rajinlah menerbitkan konten pada blog secara teratur dengan tetap menjaga kualitasnya agar selalu baik dan bermanfaat. Baca artikel 6 Ciri Konten Blog Yang Berkualitas sebagai referensi Anda ketika hendak menulis konten pada blog.

4. Internal linking.
Semakin banyak internal linking pada blog maka bisa dipastikan bounce rate pada blog tersebut akan semakin kecil. Hal ini disebabkan pembaca diberikan kemudahan untuk mengunjungi halaman lain dalam blog tersebut sehingga setiap halaman dalam sebuah blog dapat terhubung dengan baik. Misalnya pembaca sedang membaca konten blog Anda yang berjudul cara merawat kucing. Nah, pada halaman tersebut Anda sisipkan link yang mengarah pada halaman ciri kucing yang sehat. Jika pembaca tertarik dengan topik pada halaman ciri kucing yang sehat dan kemudian mengunjunginya maka bounce rate dari blog Anda tersebut akan semakin kecil. Anda dapat menggunakan link pada postingan, related post, recent post, dan popular post untuk membangun internal linking.

5. Eksternal linking.
Semakin banyak eksternal linking atau link keluar yang mengarah pada blog lain terpasang di halaman blog Anda maka kemungkinan jumlah pembaca yang meninggalkan blog untuk pergi ke halaman blog lain menurut link yang terpasang tersebut akan semakin besar, sehingga bounce ratenya menjadi tinggi. Eksternal linking banyak ditemukan pada blogroll, gambar, dan iklan yang tampil pada halaman blog.

Keberadaan bounce rate memang tidak begitu diperhatikan oleh banyak blogger. Akan tetapi, melihat fungsinya yang besar sebagai salah satu indikator kinerja blog maka mulai sekarang Anda harus belajar untuk mengenal dan mengoptimalkannya dengan baik. Silakan beri masukan dan tanggapan terhadap artikel yang saya tulis ini lewat komentar di bawah.

Jumat, 22 Maret 2013

Apakah Google Penguin Itu?

Google Penguin - Google Penguin merupakan sebutan bagi algoritma Google terbaru. Google Penguin mulai diterapkan secara luas pada tanggal 24 April 2012. Sejak mulai dirilis, Google Penguin memberikan dampak yang signifikan terhadap banyak blog dalam mendapatkan traffic. Setelah beberapa hari diluncurkan, banyak blog yang mengeluhkan berkurangnya traffic menuju blog mereka tersebut karena terkena dampak negatif dari Google Penguin.

Google Penguin dapat menjadi penolong bagi blog yang melakukan blogging secara sehat dan penghancur bagi blog yang melakukan blogging secara curang.

Google Penguin berbeda dengan Google Panda. Google Panda merupakan algortima Google yang lebih dahulu diluncurkan pada Februari 2011, sedangkan Google Penguin diluncurkan sebagai algoritma terbaru pada 24 April 2012. Google Panda diluncurkan Google untuk membasmi blog yang memiliki konten duplikat terutama blog atau situs yang gemar melakukan copy paste dari sumber lain, sedangkan Google Penguin fokus untuk membasmi blog yang dianggap sebagai Splog, sering melakukan aktifitas spam, dan melakukan trik SEO yang curang.

Google Penguin

Meskipun demikian, Google Panda dan Google Penguin diciptakan dengan tujuan yang sama untuk meningkatkan kinerja SERP (Search Engine Result Page) agar lebih baik lagi. Dengan kinerja SERP yang baik, seseorang yang ingin mencari informasi di internet akan cepat mendapatkan informasi yang relevan pada sebuah halaman blog atau website tanpa perlu dipusingkan oleh hasil pencarian yang tidak sesuai.

Jika setelah tanggal 24 April 2012 kunjungan pembaca pada blog mulai berkurang, kita perlu waspada jika hal tersebut disebabkan oleh kinerja Google Penguin. Blog yang banyak melakukan kegiatan spam dan menggunakan teknik SEO curang akan terkena penalty. Salah satu contoh penalty yang diberikan yaitu beberapa halaman blog tidak lagi diindeks oleh Google. Hal ini akan sangat merugikan apabila terjadi pada blog kita. Karena jumlah halaman yang diindeks berkurang maka jumlah kunjungan pembaca dari mesin pencari pun menjadi berkurang.

Cara yang paling mudah untuk menghindari penalty Google Penguin yaitu melakukan blogging secara sehat. Meskipun jarang update konten blog, kita tetap bisa mengupayakan untuk mendapatkan banyak kunjungan tanpa harus melakukan kecurangan. Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memancing banyak kunjungan pembaca seperti mempublikasikan konten berkualitas, gemar melakukan promosi blog, dan komunikatif kepada pembaca. Hal terpenting lainnya adalah kita tidak boleh melakukan trik SEO yang curang dan berlebihan serta aktifitas spamming.

Rabu, 13 Maret 2013

Mengenal Splog Lebih Dekat

Splog – Splog atau Spam Blog merupakan sebuah blog yang berisi kumpulan konten blog palsu. Splog juga mengandung banyak link yang mengarah pada sebuah situs dan penuh dengan iklan. Saat ini, jumlah splog di dunia sudah mencapai jutaan. Splog sangat merugikan pengguna mesin pencari karena hasil pencarian menjadi rancu. Hal ini diakibatkan situs yang dideteksi memiliki informasi relevan yang dicari ternyata hanya sebuah splog dengan konten blog yang fiktif.

Blogs engaged in this behavior are called spam blogs, and can be recognized by their irrelevant, repetitive, or nonsensical text, along with a large number of links, usually all pointing to a single site.

Splog dibuat oleh seorang splogger dengan tujuan komersial untuk menyebarkan iklan produk sebuah situs. Cara kerja splog yaitu dengan mengambil frasa kata yang mirip dengan kata kunci yang digunakan seseorang dalam mencari sebuah informasi di mesin pencari. Mesin pencari yang salah mendeteksi akan mengira jika di dalam splog terdapat informasi yang dicari, sehingga splog akan muncul di halaman terdepan hasil pencarian dan dikunjungi banyak orang. Semakin banyak kunjungan akan membuat pagerank splog meningkat. Splog kemudian mencantumkan link situs utama yang dipromosikan di halaman depan splog. Dengan demikian, situs utama tersebut akan mendapatkan pagerank yang tinggi akibat backlink yang diberikan splog. Banyangkan jika banyak splog memberikan backlink kepada satu situs utama tersebut, tentu pagerank situs utama akan menjadi sangat tinggi bukan? Selain itu, situs utama juga akan mendapatkan banyak kunjungan dari splog akibat link yang diletakan pada halaman splog.

Splog

Splog juga menampilkan banyak iklan. Tujuannya untuk mendapatkan penghasilan dari iklan yang ditampilkan tersebut. Iklan yang ditampilkan dapat berupa iklan produk affiliasi dan iklan PPC. Semakin banyak pengunjung maka peluang mendapatkan penghasilan dari iklan yang ditampilkan akan semakin besar.

Ciri-ciri yang melekat pada splog adalah URL dari splog tersebut memiliki karakter +. Misalnya, contohsitus.com/cara+merawat+kucing. Blog yang menampilkan halaman dari URL tersebut dapat dikategorikan sebagai splog karena mengandung ciri memiliki URL berkarakter +. Halaman blog tersebut seharusnya menampilkan informasi tentang cara merawat kucing, tetapi setelah dibuka kita tidak akan menemukan informasi cara merawat kucing yang dicari.

Splogging atau aktifitas menjalankan splog merupakan kegiatan yang merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain. Splogger tidak akan pernah berkembang karena kreatifitas dan wawasan menulisnya tidak terasah. Sementara pembaca akan dirugikan karena disesatkan setelah mengunjungi blog yang tidak memiliki konten seperti informasi yang mereka cari.

Penanggulangan terhadap splog sudah banyak dilakukan. Kita dapat melihat database splog pada Splogspot. Google juga sudah memberikan kesempatan bagi kita untuk melaporkan splog melalui Spam Report. Selain itu, Google sebagai pemilik blogspot yang notabene platform blog yang banyak digunakan sebagai splog daripada wordpress, sudah menghapus banyak sekali blog yang diindikasi sebagai splog.

Contoh tindakan splogging yang kita lakukan tanpa disadari adalah melakukan posting untuk paid review dan kontes blog. Paid review dan kontes blog selalu mengharuskan kita untuk mengulas sebuah produk untuk ditampilkan pada posting blog kita. Di dalam postingan tersebut juga diwajibkan untuk memberikan link yang mengarah pada situs produk tersebut. Aktifitas ini dapat dinilai sebagai splogging karena kita seolah sebagai affiliasi mereka yang mengulas produk dan memberikan link kepada sebuah situs utama. Selain itu, kita juga mentransfer traffic kunjungan dan backlink kepada situs utama tersebut. Perbedaannya hanya blog kita tidak melakukan kecurangan konten blog palsu seperti splog pada umumnya.